Memeriksa keabsahan nomor kartu kredit dan kartu atm

Pernahkah anda berpikir dan bertanya bagaimana perusahaan penerbit kartu kredit dan atm menciptakan seluruh account yang tertera pada kartu kredit dan atm ? Apakah semua angka yang tertata tersebut adalah agka acak yang dibuat secara asal-asalan?. Sebenarnya angka yang tersusun tersebut dibuat  dengan metodologi matematika. Pembuatan nomor kartu kredit dan pemeriksaan nomor tersebut berdasarkan teori matematika dan tidak dibuat secara asal-asalan. Pembuatan angka tersebut dibuat secara matematis dan
sangat menarik jika anda mengerti dan mencobanya.
Sebelum saya  menjelaskan bagaimana struktur dari angka-angka kartu kredit dan mendiskusikan bagaimana angka-angka kartu kredit dihasilkan, saya rasa baik untuk mengingatkan semua orang tujuan dari artikel ini.  Artikel ini bukanlah untuk mendorong atau membuat orang-orang berpikir tentang bagaimana cara  menciptakan angka-angka kartu kredit untuk tujuan yang tidak benar. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan ilmu pengetahuan matematika  yang sering kita gunakan dan temui sehari-hari.
Saya tidak berusaha untuk mendorong seseorang untuk menciptakan angka-angka kartu kredit secara sembarangan  dengan tujuan untuk melawan hukum.
Seperti anda dapat lihat dari gambar dari kartu Visa di atas, 6 angka awal dari nomor kartu kredit dikenal sebagai bank identification number  atau nomor identifikasi bank (BIN), digit awal menunjukan jenis  jaringan kartu kredit. Biasanya untuk kartu visa berawalan angka 4 dan untuk kartu master berawalan angka 5. Untuk melihat daftar bin anda dapat melihatnya di link saya berikut : Daftar Bank Identification Number Kartu kredit di Indonesia.
Rahasia Algoritma Luhn, BIasa disebut  “ Modulus 10? Atau “ Mod-10
Luhn Algorithm adalah rumus penjumlahan  yang digunakan oleh para ahli matematik dan sistem verifikasi pembayaran untuk memverifikasi integritas  angka-angka kartu kredit riil. Rumus ini  digunakan untuk membantu membuat  angka-angka secara acak dan  mencegah terdapatnya angka-angka kartu kredit yang salah sebelum diterbitkan. Luhn Algorithm tidaklah digunakan untuk membuat nomor  kartu kredit secara  langsung, tetapi lebih digunakan  sebagai rumusan matematis  yang sederhana untuk memeriksa  angka-angka kartu kredit yang sah dari daftar angka  acak yang sudah di buat sebelumnya. Rumusan ini juga berlaku untuk memeriksa  nomor kartu debet (atm) juga.
Rumusan Luhn diciptakan dan disimpan sebagai hak paten (sekarang dengan cuma-cuma/bebas) pada tahun 1954 oleh Hans Peter Luhn dari IBM untuk mendeteksi kesalahan kwantitatif yang ditemukan dalam angka-angka yang sudah dibuat sebelumnya. Sejak itu, algoritma Luhn  telah digunakan untuk memeriksa atau memverifikasi kebenaran dari urutan angka-angka kartu kredit. Sekarang ini, hampir semua angka-angka kartu kredit yang dikeluarkan dihasilkan dan dibuktikan menggunakan Modulus atau Luhn Algorithm, atau  Mod-10 Formula.
Algoritma Luhn hanya mengesahkan 16 digit kartu kredit  dan bukan komponen yang lain, misalnya urutan no rekening, apakah nomor kartu kredit tersebut ada atau tidak, apakah tanggal kartu kredit tersebut valid atau sudah expire,  dan tidak dapat memeriksa  Card Verification Value yang biasanya digunakan (CVV) dan Card Verification Code (CVC), kode tersebut adalah  angka-angka  yang digunakan untuk membuktikan pemilikan fiisik dari kartu kredit atau kartu debet.
Penerapan Algoritma Luhn sebagai  pengesahan dan pembuatan  Urutan Nomor Kartu kredit
Bagi mereka yang tidak suka matematika artinya kita sama, saya  secara pribadi tidak begitu menyukai matematika, hanya saja  matematika adalah salah satu bagian dari  akademis mulai dari sd smapi perkuliahan, tetapi jika anda suka visual, pemikiran membingungkan seperti permainan Sudoku, anda akan menyukai Luhn Algorithm dan sangat mudah untuk saya jelaskan.
  1. Pertama, anda harus petakan semua  16 digit yang tertera dari nomor kartu kredit kartu debet. Luhn Algorithm selalu dimulai dari baris sebelah kanan, kemudian bergerak ke digit sebelah kiri berikutnya  dan gandakan  nilai mulai dari  digit yang ke 15 dan selangi 1 digit mulai dari digit ke 15.  Sebagai contoh, jika kartu kredit adalah suatu 16 digit kartu kredit Visa, digit yang digandakan nilainya  adalah  dari digit 15, 13, 11, 9, dan seterusnya sampai semua digit yang berselang 1 telah digandakan nilainya.
  2. Jika digit yang digandakan nilainya dan menjadi nilai yang hasilnya sama dengan 10 atau lebih , kita harus menambahkan hasil digit tersebut. Sebagai contoh, digit 5 ketika digandakan akan menjadi 10, kemudian kita harus menambahkan masing-masing nilai tersebut yaitu 1+0. Demikian juga, misalkan digit 9 ketika digandakan akan menjadi 18, maka kita harus menjumlahkan nilai tersebut yaitu 1 + 8 dan hasilnya menjadi 9.
  3. Sekarang, kita lihat hasil dari urutan yang baru dari perhitungan yang kita buat tadi. Digit yang baru yang nilainya kita gandakan tadi  akan menggantikan digit yang sebelumnya. Digit yang tidak kita gandakan nilainya  akan tetap sama.
  4. Jumlahkan urutan yang baru. Jika dikombinasikan perhitungan jumlah  dapat dibagi oleh sepuluh atau berakhir dengan 0, misalnya  70. Jika tidak habis dibagi 10, maka nomor atau jumlah kartu kredit yang tertera  tidaklah sah atau tidak benar (valid).
Tabel perhitungan seperti berikut :
Kita bisa lihat deret angka kartu tersebut adalah sah, karena total penjumlahannya adalah 70, nilai tersebut habis dibagi 10. Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya:

0 comments :

 
BSKIEN Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template